Memasangkabel pemeriksa (probe) merah dan hitam pada multimeter. Jika digunakan untuk mengukur arus DC maka putar selector ke ampermeter DC pada batas ukur yang kira- kira lebih tinggi dari yang akan diukur. Jika digunakan untuk mengukur arus AC maka putar selector ke ampermeter AC pada batas ukur yang kira-kira lebih tinggi dari arus listrik 1. Atur Posisi Saklar Selektor ke ACV2. Pilih skala sesuai dengan perkiraan tegangan yang akan diukur. Jika ingin mengukur 220 Volt, putar saklar selector ke 300 Volt (khusus Analog Multimeter)**Jika tidak mengetahui tingginya tegangan yang diukur, maka disarankan untuk memilih skala tegangan yang tertinggi untuk menghindari terjadi kerusakan pada multimeter.3. Silakan amati gambar tersebut, pada gambar telah saya lingkari dan saya beri keterangan berupa nomor dari 1, 2 dan 3 dengan penjelasan bahwa nomor 1 merupakan skala ukur untuk mengukur tahanan (Ω = ohm), selanjutnya nomor 2 merupakan skala ukur untuk mengukur tegangan maupun arus searah (DCV.A) dan yang terakhir nomor 3 merupakan skala ukur Caramenggunakan Multi tester analog untuk mengukur arus listrik berbeda dengan cara mengukur tegangan atau resistan. Untuk mengukur nilai arus DC dengan multi tester analog, maka suatu rangkaian listrik harus diputus, dan disambungkan dengan kedua probe multi tester. Multi tester tersebut menjadi penghubung rangkaian listrik yang terputus tadi. Ukurtegangan menggunakan multitester dengan memutar saklar pemilih ke skala pengukuran DCV pada skala terbesar terlebih dahulu DCV 1000 (untuk menghindari multitester terbakar akibat tegangan yang diukur melebihi kemampuan multitester, jika jarum tidak bergerak / hanya bergerak sedikit sehingga susah untuk dibaca maka putar saklar pemilih ke skala satu tingkat dibawahnya(DCV 250), jika belum terbaca lagi turunkan lagi menjadi DCV 50 dan seterusnya, jika sudah sampai skala DCV terkecil dan Mengetahui cara mencari nilai resistor yang tidak diketahui 4. Membandingkan nilai arus yang melewati resistor secara teori dan praktik B. DASAR TEORI Untuk menghasilkan arus listrik pada rangkaian dibutuhkan beda potensial. Cara untuk menghasilkan beda potensial adalah dengan baterai. Fungsi Multimeter. Multimeter tidak hanya digunakan untuk melakukan pengukuran besaran listrik tegangan, arus dan hambatan saja. Pada multimeter digital, selain dapat digunakan untuk mengukur tegangan, arus dan hambatan, multimeter jenis ini juga dapat mengukur besaran frekuensi (Hertz) dan mengukur nilai suhu. Tidak hanya itu. Jikamenggunakan multimeter analog, kondisi ini jangan sampai terbalik karena dapat mengakibatkan kerusakan pada alat ukur. Dengan alat ukur ini kita dapat mengukur arus dengan cara melingkarkan clamp pada meter tersebut mengelilingi jarus arus yang akan kita ukur seperti pada gambar di bawah. Cara ini lebih simpel dan lebih mudah karena Untuk mengukur Voltan DC (misal dari bateri atau power supply DC), skalar pemilih multimeter ditetapkan pada kedudukan DCV dengan had ukur yang lebih besar dari voltan yang akan diukur. Test lead merah pada kutub (+) multimeter dihubungkan ke kutub positif sumber voltan DC yang akan diukur, dan test lead hitam pada kutub (-) multimeter Multimeter Analog Multimeter Analog atau yang biasa disebut multimeter jarum adalah alat pengukur besaran listrik yang menggunakan tampilan dengan jarum yang bergerak ke range-range yang kita ukur dengan probe. Multimeter ini tersedia dengan kemampuan untuk mengukur hambatan ohm, tegangan (Volt) dan arus (mA). bdJMo4. Pengukuran arus dan tegangan DC dengan multimeter a. Pilih jangkah ukur dengan lebih besar dari dengan pembacaan yang masih dapat dilakukan. b. Sambungkan meter, yakinkan sambungan pada sisi yang benar. Meter Digital akan selamat pada penyambungan terbalik, tetapi meter analog mungkin menjadi rusak. c. Jika pembacaan melampaui skala sesegera mungkin lepaskan dan pilih jangkah ukur yang lebih tinggi. d. Selalu melepas meter sebelum memindah jangkah ukur. e. Selalu periksa letak jangkah sebelum dihubungkan kerangkaian. f. Jangan membiarkan jangkah ukur pada pengukuran arus kecuali saat pembacaan ukuran. g. Jangkah pengukur arus paling besar resiko kerusakannya karena berada pada resistansi rendah . Perhatikan penempatan sakelar jangkah ukur pilih skala yang sesuai. Untuk beberapa jangkah ukur anda perlu mengalikan atau membagi 10 atau 100 seperti ditunjukan pembacaan dibawah ini. Untuk jangkah ukur teganagn AC gunakan tanda merah sebab calibrasi skala sedikit geser.  Jangkah ukur... Cara Mudah Membaca Multimeter / Multitester 84% 398 votes Maret 19, 2020 Otomotif 255,943 Views Assalamu’alaikum sobat teknik indonesia, alhamdulillah pada kesempatan kali ini kita dapat belajar bersama lagi, pada kesempatan kali ini kita akan belajar untuk menggunakan multimeter / avometer / multitester. oke langsung saja kita bahas Cara Mengukur Hambatan dengan MultitesterCara membaca hasil pengukuran hambatan Contoh 1Contoh 2Contoh 3Contoh 4Cara Mengukur Tegangan DC dengan MultitesterCara membaca hasil pengukuran tegangan DCContoh 1Contoh 2Contoh 3Cara Mengukur Tegangan AC dan DCA DC Ampere dengan Multitester Cara Mengukur Hambatan dengan Multitester Posisikan saklar pemilih multitester pada area ohm mulai dari skala pengukuran terkecil / x1 Set “0” dengan menghubungkan probe positif dan probe negatif, pastikan jarum menunjukan angka “0” pada baris angka skala pengukuran 0hm, jika tidak menunjukan angka “0” putar knob pengatur jarum sampai jarum menunjuk angka “0” jika knob sudah mentok tapi jarum belum menunjuk angka “0”, kemungkinan battery multimeter hampir habis Ukur hambatan menggunakan multitester, jika jarum tidak bergerak / hanya bergerak sedikit sehingga susah untuk dibaca maka putar saklar pemilih ke skala satu tingkat diatasnya x10, jika belum terbaca lagi naikan lagi menjadi x100 dan seterusnya, jika sudah sampai x1k dan jarum tetap tidak bergerak itu artinya komponen yang diukur putus hambatannya sangat besar / tak terhingga “∞” Cara membaca hasil pengukuran hambatan Lihat angka yang ditunjuk jarum pada deret angka ohm Lihat skala pada saklar pemilih Kali-kan angka yang tertunjuk jarum dengan angka pada saklar pemilih Contoh 1 Contoh 2 Contoh 3 Contoh 4 Cara Mengukur Tegangan DC dengan Multitester Sebelum melanjutkan bagian ini perlu kita ketahui tentang perbedaan arus AC dan DC, Arus DC Direct Current adalah arus yang aliran tegangannya searah dari positif ke negatif sedangkan AC Alternating Current / arus bolak balik adalah arus yang aliran teganganya bolak balik dari positif ke negatif dan sebaliknya secara terus menerus, contoh arus DC adalah pada battery jam dinding, ciri2nya adalah antara negatif dan positif tidak boleh terbalik, sedangkan contoh arus AC adalah listrik rumah, cirinya adalah antara positif dan negatif boleh dibalik, itu tadi sedikit pengantar tentang AC dan DC, selanjutnya mari kita lanjutkan tentang cara pengukuran menggunakan multitester Sebelum kita melakukan pengukuran, jangan lupa untuk set “0” dengan memutar knob pengatur jarum sampai jarum penunjuk sejajar dengan angka 0 pada baris angka skala DC, setelah dilakukan set “0” barulah kita dapat menggunakan multimeter untuk mengukur tegangan. Cara membaca hasil pengukuran tegangan DC Ukur tegangan menggunakan multitester dengan memutar saklar pemilih ke skala pengukuran DCV pada skala terbesar terlebih dahulu DCV 1000 untuk menghindari multitester terbakar akibat tegangan yang diukur melebihi kemampuan multitester, jika jarum tidak bergerak / hanya bergerak sedikit sehingga susah untuk dibaca maka putar saklar pemilih ke skala satu tingkat dibawahnyaDCV 250, jika belum terbaca lagi turunkan lagi menjadi DCV 50 dan seterusnya, jika sudah sampai skala DCV terkecil dan jarum tetap tidak bergerak itu artinya tidak ada tegangan yang terdeteksi Lihat angka saklar pemilih Lihat skala maksimal yang sebanding dengan saklar pemilih untuk mempermudah perhitungan contoh jika saklar penunjuk 1000 maka skala yg dipilih adalah 10, jika saklar penunjuk 250 maka skala yang dipilih adalah 250, jika saklar penunjuk 50 maka skala yang dipilih adalah 50 Lihat angka yang ditunjuk jarum pada deret angka yang segaris dengan skala maksimal yang kita pilih pada langkah nomor 3 hasil pengukuran adalah angka skala angka skala maksimal x saklar pemilih pilih deret angka yang skala maksimalnya mudah diperbandingkan dengan dengan saklar pemilih Contoh 1 Contoh 2 Contoh 3 Cara Mengukur Tegangan AC dan DCA DC Ampere dengan Multitester Untuk cara membaca dan mengukur tegangan AC ataupun Ampere DC DCA maka langkah yang harus dilakukan adalah sama seperti langkah mengukur tegangan DC / DCV, hanya saja saklar pemilih diarahkan pada pengukuran ACV / DCA bukan DCV, sebagai contoh gambar berikut Itulah tadi materi tentang cara membaca multimeter analog, semoga artikel kali ini dapat bermanfaat untuk para pembaca. Jika ada kritik saran atau komentar silahkan sampaikan di kolom komentar, terima kasih, Wassalamu’alaikum